Rabu, 01 Mei 2019

Tugas Besar Sistem Simulasi Industri - Deskripsi Sistem


TUGAS BESAR
MATA KULIAH SISTEM SIMULASI INDUSTRI
MODUL 1
“DESKRIPSI SISTEM”






Disusun Oleh:
Kelompok 16
1.      Ulul Albab Pridias                              150421100021
2.      Darwis Al Kanit                                  160421100029
3.      Novia Bella Maulita                            160421100132
4.      Muhammad Shobahul Irham              160421100146
Kelas : SSI 6C




LABORATORIUM KOMPUTASI DAN SIMULASI INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2019






BAB I
PENDAHULUAN


Bab satu pendahuluan akan dijelaskan mengenai latar belakang dan tujuan dilakukannya tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem.

1.1  Latar Belakang

Perkembangan perusahaan di indonesia di bidang penjualan dan jasa saat ini menggunakan teknologi otomatis yang bertujuan untuk efisien waktu dan tempat. Mencapai tujuan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor pendukung baik yang datang dari luar maupun dalam perusahaan. Dalam sebuah perusahaan dalam penanganan masalah pengolahan data juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi, maka perusahaan wajib mendeskripsikan sistem secara jelas untuk menentukan hubungan antar sistem tersebut.
Deskripsi sistem merupakan suatau kegiatan dari prosedur prosedur yang diorganisasikan dalam perusahaan apabila dieksekusi akan menyediakan suatu informasi yang jelas tentang sistem dan mengetahuai hubungan antara stasiun kerja yang ada pada sebuah perusahaan tersebut. Tujuan dari diskripsi sistem adalah untuk menyediakan informasi-informasi tertentu dalam pengambilan keputusan. Keberadaan diskripsi sistem akan sangat membantu pemimpin organisasi dalam menyikapi suatu permasalahan dan menyelesaikannya (Anastasia, 2013).
Pada tugas besar simulasi sistem industri ini kita mengambil diskripsi sistem  pada pencucian Motor Cokro yang berlokasi di jalan Hos. Cokroaminoto, kecamatan Bangkalan, kabupaten Bangkalan. pencucian Motor Cokro ini kita pilih karena memiliki sistem yang kompleks dari proses pencucian motor. Pada objek kali ini, melakukan pengamatan pada sistem pelayanan pencucian motor, mulai dari pendaftaran pencucian hingga pembayaran setelah dilakukan proses pelayanan.

1.2  Tujuan Tugas Besar

Berikut ini merupakan tujuan dari tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem:
1.    Mengerti dan memahami pengertian sistem dan klasifikasinya.
2.    Mengerti dan memahami karakteristik dari sistem beserta elemen-elemen pendukung suatu sistem.
3.    Mengerti dan memahami pengertian model, klasifikasi serta alasan penggunaan model diperlukan.
4.    Mengerti dan memahami pengertian dari simulasi serta hubungan antara sistem, model dan simulasi.
5.    Mengerti dan memahami Activity Cycle Diagram (ACD) dan usulan skenario perbaikan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Bab dua tinjauan pustaka akan dijelaskan mengenai teori-teori yang digunakan pada tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem.

2.1        Konsep Dasar Sistem

Menurut Anastasia (2013), sistem meupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul dan bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sustu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu sub sistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sub sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluuhan.
Media penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem yang lainnya biasa disebut deng penghubung (interface). Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu sub sistem ke sub sistem yang lainnya. Melalui penghubung keluaran (output) untuk sub sistem akan menjadi masukan (input) sub sistem yang lainnya. Penghubung satu sub sistem dapat berinteraksi dengan sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Suatu sistem pasti mempunyai satu tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Sistem dapat terbagi menjadi 2 antara lain:
1.      Sistem Fisik
Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.
Contoh :
Ø Sistem transportasi, elemen antara lain: petugas, mesin, organisasi yang menjalankan transportasi.
Ø Sistem Komputer, elemen antara lain: peralatan yang berfungsi bersamasama untuk menjalankan  pengolahan data.
2.      Sistem Abstrak
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya.
Contoh : Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

2.1.1 Elemen Sistem

Menurut Harrel (2004), elemen-elemen dalam sistem adalah sebagai berikut:
a. Entitas: segala item yang diproses dalam sistem. Entitas dapat dibedakan berdasarkan karakteristik yang dimiliki. Entitas dibagi dalam beberapa tipe, yakni: Human or animate (pelanggan, pasien), Inanimate (dokumen), Intangible (panggilan telepon, e-mail).
b. Aktivitas: kegiatan yang dilakukan dalam sistem yang dapat mempengaruhi sistem secara langsung maupun tidak dalam pemrosesan entitas. Aktivitas dapat dikelompokkan sebagai berikut: Entity processing (check-in, inspeksi, fabrikasi), Entity and resource movement (perpindahan forklift, berada di atas elevator), Resource adjustments, maintenance, and repairs (pengaturan mesin, perbaikan mesin).
c. Resources: bagian dari elemen sistem yang melakukan aktivitas. Resource dikategorikan sebagai berikut: Human or animate (operator, dokter), Inanimate (peralatan, lantai produksi), Intangible (informasi, sumber listrik).
d. Kontrol: penyedia informasi dan berperan dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana suatu sistem dioperasikan. Contoh dari kontrol adalah perencanaan produksi, penjadwalan produksi, lembar instruksi, prioritas kerja.

2.2        Model

Menurut Harrel (2004), model merupakan representasi dari suatu sistem nyata. Melakukan pemodelan dibutuhkan pengetahuan mengenai sistem yang akan dimodelkan, serta kemampuan pemodel dalam mengoperasikan software yang digunakan. Pembuatan model tersebut dilakukan sebelum dilakukan simulasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan bantuan software.

2.3    Activity Cycle Diagram (ACD)

Menurut Riani (2013), activity cycle diagram adalah salah satu cara yang dipakai untuk memodelkan interaksi dari suatu entity pada sistem dengan struktur antrian yang cukup besar dan dominan. Activity cycle diagram dilengkapi dengan gambar gambar yang mampu mendeskripsikan interaksi-interaksi antara entity dan mampu menggambarkan kondisi sistem dari tiap entity, selain itu ACD mampu menunjukan logic atau cara kerja dari suatu sistem. Contoh activity cycle diagram (ACD) pada proses landing dan take off.

Gambar 1.2.1 Activity cycle diagram (ACD)
(Sumber : Riani, 2013)

2.4    Layout

Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra perusahaan. Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.

BAB III
METODE PENGAMATAN


Bab tiga metode pengamatan akan dijelaskan mengenai alat bahan, prosedur, dan flowchart pada tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem.

3.1 Alat dan Bahan

Bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam pada tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem adalah sebagai berikut:
1.        Kamera
2.        Software visio
3.        Microsoft Word

3.2 Prosedur Pelaksanaan Tugas Besar

Langkah-langkah yang digunakan pada tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem adalah sebagai berikut:
1.    Mengidentifikasi masalah dan mendeskripsikan sistem yang digunakan pada pelayanan pencucian Motor Cokro.
2.    Menentukan elemen-elemen yang digunakan dari sistem yang diamati.
3.    Menentukan parameter yang digunakan dari sistem yang diamati.
4.    Merancang activity table dan activity cycle diagram (ACD) berdasarkan sistem nyata.
5.     Merancang skenario perbaikan untuk meningkatkan performance pada sistem.
6.      Membuat ACD skenario perbaikan sebanyak 3 skenario.

3.3 Flowchart Pelaksanaan Tugas Besar

Flowchart yang digunakan pada tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem adalah sebagai berikut:
Gambar 1.3.2 Flowchart pelaksanaan tugas besar

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Bab empat ini akan membahas mengenai pengamatan yang dilakukan pada objek pencucian sepeda motor Cokro.

4.1 Deskripsi Sistem Nyata

Objek yang digunakan untuk dijadikan pengamatan pada modul satu mengenai deskripsi sistem yaitu pencucian sepeda motor Cokro yang bertempat di jalan Hos. Cokrominoto Bangkalan. Pengamatan yang dilakukan terfokus pada panjangnya antrian yang terdapat pada tempat pencucian motor tersebut. Terdapat 3 server yang akan dilewati motor pada proses pencucian tersebut yaitu:
a.       Proses Pencucian
Server yang pertama yaitu proses pencucian sepeda motor menggunakan busa. Pada server pertama ini terdapat dua operator. Tugas operator yaitu mencuci ban sepeda motor dengan sikat dan mencuci body motor menggunakan busa. Setelah prose pencucian selesai dilanjutkan dengan pembilasan sepeda motor.
Gambar 1.4.3 Proses pencucian motor
b.      Proses Pengeringan
Server yang kedua yaitu proses pengeringan sepeda motor. Pada server kedua ini terdapat dua operator. Tugas operator yaitu mengeringkan sepeda motor dengan mengelap menggunakan kanebo dan melakukan pelapisan sepeda motor dengan cairan yang dapat membuat sepeda motor lebih terlihat mengkilap.

Gambar 1.4.4 Proses pengeringan motor
c.       Kasir
Server yang ketiga yaitu kasir. Pada server ketiga ini terdapat satu operator. Tugas operator ini yaitu menerima pembayaran setelah proses pencucian sepeda motor selesai.

Gambar 1.4.5 Kasir (Pembayaran)

4.2 Layout Objek

Layout yang terdapat pada tempat pencucian sepeda motor Cokro yaitu sebagai berikut.

Gambar 1.4.6 Proses pencucian motor
Objek yang diambil yaitu berupa tempat pencucian motor COKRO Bangkalan dengan 3 server. Server pertama yaitu pencucian, pengeringan, dan pembayaran. Berdasarkan gambar 1.3.6 dapat dietahui lokasi dari server-server tersebut.

4.3 Deskripsi Sistem menggunakan Elemen-elemen Sistem

Terdapat empat elemen-elemen sistem yang digunakan untuk mendeskripsikan sistem/objek yang diamati yaitu.
a.    Entitas
Entitas adalah segala komponen yang dapat di proses dalam suatu sistem yang memiliki karakteristik. Entitas pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen yaitu pelanggan, sepeda motor, dan kasir.
b.    Aktivitas
Aktivitas adalah semua kegiatan yang berlangsung dalam sistem. Aktivitas yang terdapat pada pencucian sepeda motor Cokro yaitu:
1.    Konsumen datang ke pencucian sepeda motor Cokro.
2.    Konsumen mengantrikan kendaraannya diarea tunggu motor.
3.    Konsumen menunggu di area tunggu pelanggan.
4.    Sepeda motor masuk pada area pencucian sepeda motor (server 1).
5.    Dilakukan pencucian motor di server 1.
6.    Sepeda motor masuk pada area pengeringan (server 2).
7.    Dilakukan pembayaran di kasir (server 3).
c.    Resource
Resource adalah bagian dari elemen sistem yang berupa human, inanimate and intangible. Resource pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen yaitu pegawai dan mesin.
d.    Kontrol
Kontrol adalah sumber informasi dalam pengambilan keputusan dalam suatu sistem yang dioperasikan. Kontrol yang terdapat dalam pencucian sepeda motor Cokro yaitu jam kerja.

4.4 Activity Table dan Activity Cycle Diagram

Activity table dan activity cycle diagram pada sistem antrian pencucian sepeda motor Cokro yaitu sebagai berikut.
Tabel 1.4.1 Tabel ACD

        Tabel 1.4.1 merupakan activity table dan activity cycle diagram pada sistem antrian pencucian sepeda motor Cokro terdapat kegiatan proses, menunggu, dan idle pada entitas pelanggan, sepeda motor, dan kasir.

Gambar 1.4.7 Activity Cycle Diagram pencucian motor Cokro Bangkalan
Pada gambar 1.4.7 activity cycle diagram diatas menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian motor Cokro Bangkalan. Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses pengeringan motor, proses pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area pencucian motor Cokro Bangkalan.

4.5 Parameter untuk Mengamati Kinerja Sistem

Parameter dalam sistem antrian yang diamati pada pencucian sepeda motor Cokro yaitu.
a.       Panjang antrian pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen dipengaruhi oleh banyaknya konsumen yang datang. Jika konsumen datang lebih awal maka antrian yang didapatkan tidak terlalu panjang.
b.      Lama antrian pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen dipengaruhi oleh banyaknya konsumen yang datang. Semakin banyak konsumen yang datang maka waktu antrian akan semakin lama.
c.       Utilitas antrian pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen dipengaruhi oleh banyaknya fasilitas yang dapat dinikmati konsumen serta mesin yang digunakan dalam pelayanan sepeda motor.

4.6 Skenario Perbaikan untuk Meningkatkan Performance Sistem

Skenario perbaikan untuk meningkatkan performansi sistem pada pencucian sepeda motor Cokro yaitu.
a.       Skenario 1
Penambahan 1 resource mesin dan operator pada server 1 mengakibatkan berkurangnya waktu tunggu setiap kendaraan pada area tunggu.
b.      Skenario 2
Penambahan 1 resource operator pada server 2 mengakibatkan berkurangnya waktu tunggu setiap kendaraan pada area pengeringan.
c.       Skenario 3
Penambahan 1 resource mesin dan operator pada server 1 dan 2 mengakibatkan berkurangnya waktu tunggu setiap kendaraan pada area tunggu dan pengeringan.

4.7 Activity Cycle Diagram Skenario Perbaikan

Activity cycle diagram untuk skenario perbaikan yaitu sebagai berikut.
a.       ACD Skenario Perbaikan 1
Gambar 1.4.8 Skenario Perbaikan 1 Activity Cycle Diagram pencucian motor Cokro Bangkalan
Pada gambar 1.4.8 activity cycle diagram diatas menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian motor Cokro Bangkalan. Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses pengeringan motor, proses pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area pencucian motor Cokro Bangkalan. Dilakukan penambahan jumlah resource pada server pencucian. Dengan dilakukan penambahan ini diharapkan dapat mengurangi waktu antrian.

b.     ACD Skenario Perbaikan 2

Gambar 1.4.9 Skenario Perbaikan 2 Activity Cycle Diagram pencucian motor Cokro Bangkalan
Pada gambar 1.4.9 activity cycle diagram diatas menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian motor Cokro Bangkalan. Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses pengeringan motor, proses pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area pencucian motor Cokro Bangkalan. Dilakukan penambahan jumlah resource pada server pengeringan. Dengan dilakukan penambahan ini diharapkan dapat mengurangi waktu antrian.

c.      ACD Skenario Perbaikan 3

Gambar 1.4.10 Skenario Perbaikan 2 Activity Cycle Diagram pencucian motor Cokro Bangkalan
Pada gambar 1.4.10 activity cycle diagram diatas menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian motor Cokro Bangkalan. Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses pengeringan motor, proses pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area pencucian motor Cokro Bangkalan. Dilakukan penambahan jumlah resource pada dua server yaitu server pencucian dan server pengeringan. Dengan dilakukan penambahan ini diharapkan dapat mengurangi waktu antrian.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


Bab lima akan menjelaskan kesimpulan dan saran untuk objek pencucian sepeda motor Cokro yang digunakan untuk pengamatan.

5.1        Kesimpulan

Kesimpulan dari modul satu tentang deskripsi sistem yaitu sebagai berikut.
1.      Sistem adalah kesatuan yang terdiri dari subsistem yang tertata dengan teratur, saling interaksi, saling ketergantungan satu dengan yang lainnya, dan tidak dapat dipisahkan untuk menghasilkan suatu tujuan. Sistem yang diamati yaitu pencucian sepeda motor Cokro yang bertempat di jalan Hos. Cokrominoto Bangkalan dengan tipe sistem berupa discrete event system dan kondisi entitas ketika berakhir masuk dalam kondisi terminating, yang artinya entitas harus meninggalkan sistem ketika sistem tersebut telah berakhir.
2.      Elemen sistem yang diamati terbagi menjadi 3 yaitu pada entitas adalah pelanggan, sepeda motor, dan kasir, aktivitas yang diamati adalah proses pencucian, proses pengeringan, dan proses pembayaran, serta resource yang ada pada sistem adalah 2 orang operator pada proses pencucian, 2 orang operator pada proses pengeringan, dan 1 operator pada proses pembayaran.
3.      Model diperlukan untuk menunjukkan bagaimana suatu operasi bekerja dan mampu memberikan pemikiran untuk melakukan perbaikan dari model tersebut. Model yang diamati yaitu pencucian sepeda motor Cokro. Model ini diperlukan untuk memberikan gambaran operasi yang dilakukan pada pencucian sepeda motor Cokro bekerja dan dapat dilakukan perbaikannya.
4.      Simulasi dapat digunakan untuk model pengambilan keputusan dengan mempergunakan gambaran sebenarnya dari suatu sistem kehidupan dunia nyata tanpa harus mengalaminya pada keadaan sesungguhnya. Simulasi yang terjadi merupakan proses mencuci sepeda motor di tempat pencucian sepeda motor Cokro.
5.      Skenario perbaikan yang dilakukan sebanyak 3 skenario yang didapatkan dari pengamatan model dan simulasi yang dilakukan. Skenario perbaikan 1 yang dilakukan adalah penambahan 1 resource mesin dan operator pada server 1, skenario perbaikan 2 adalah penambahan 1 resource operator pada server 2, dan skenario perbaikan 3 adalah penambahan 1 resource mesin dan operator pada server 1 dan 2. Diharapkan dengan perbaikan skenario tersebut dapat mengurangi waktu proses dan mengurangi utilitas yang terlalu tinggi.

5.2        Saran

Saran yang tepat berdasarkan pengamatan yang dilakukan adalah dengan mempertimbangkan penambahan operator sehingga mampu mengurangi beban kerja yang menyebabkan utilitas tinggi dan mengurangi waktu proses pencucian.




DAFTAR PUSTAKA



Anastasia, Husein, & Fakhiri. (2002). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Unit penerbit dan pencetask AMP YKPN.
Harrell, Ghosh, & Bowden. (2004). Simulation using promodel. New York: McGraw.
Nurdin, & Rismi. (2013). Pendekatan simulasi untuk mengoptimasi parking stand di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Jurnal teknik industri.
 Sahroni. 2003. Perencanaan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan metode Algoritma Craft. Jurnal, Vol 4



Sabtu, 30 Maret 2019

Visi Misi Lab KSI Universitas Trunojoyo


Praktikum dilakukan untuk menguji kemampuan dan pengetahuan mahasiswa tentang mata kuliah yang telah mereka terima. Selain itu, praktikum-praktikum tersebut juga bertujuan agar mahasiswa bisa lebih mengerti dan tidak hanya sekedar belajar teori saja yang bisa mereka dapatkan di bangku perkuliahan tetapi juga bisa melakukan suatu hal berguna yang berhubungan dengan mata kuliah tersebut seperti matakuliah SSI ini.


Adapun visi dan misi Laboratorium Komputasi dan Simulasi Industri sebagai berikut:

Visi

Menjadi laboratorium yang unggul secara berkelanjutan dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai potensi akademik dan profesional melalui tri dharma perguruan tinggi pada tahun 2015.

Misi


  1. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang kajian dan aplikasinya di lingkup industri dan masyarakat umum.
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan dibidang optimasi dan komputasi.
  3. Mengakomodasi sumber daya dan potensi akademik sesuai dengan bidang optimasi dan komputasi.