Kelompok 16 SSI (T.Industri-UTM)
Senin, 24 Juni 2019
Senin, 20 Mei 2019
Rabu, 01 Mei 2019
Tugas Besar Sistem Simulasi Industri - Deskripsi Sistem
TUGAS BESAR
MATA KULIAH SISTEM SIMULASI INDUSTRI
MODUL 1
“DESKRIPSI SISTEM”
Disusun Oleh:
Kelompok 16
1.
Ulul Albab Pridias 150421100021
2.
Darwis Al Kanit 160421100029
3.
Novia Bella
Maulita 160421100132
4.
Muhammad Shobahul
Irham 160421100146
Kelas : SSI 6C
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN SIMULASI INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Bab satu pendahuluan akan dijelaskan mengenai latar belakang
dan tujuan dilakukannya tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem.
1.1 Latar
Belakang
Perkembangan
perusahaan di indonesia di bidang penjualan dan jasa saat ini menggunakan
teknologi otomatis yang bertujuan untuk efisien waktu dan tempat. Mencapai
tujuan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor pendukung baik yang datang dari
luar maupun dalam perusahaan. Dalam sebuah perusahaan dalam penanganan masalah
pengolahan data juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi, maka
perusahaan wajib mendeskripsikan sistem secara jelas untuk menentukan hubungan
antar sistem tersebut.
Deskripsi
sistem merupakan suatau kegiatan dari prosedur prosedur yang diorganisasikan
dalam perusahaan apabila dieksekusi akan menyediakan suatu informasi yang jelas
tentang sistem dan mengetahuai hubungan antara stasiun kerja yang ada pada
sebuah perusahaan tersebut. Tujuan dari diskripsi sistem adalah untuk
menyediakan informasi-informasi tertentu dalam pengambilan keputusan.
Keberadaan diskripsi sistem akan sangat membantu pemimpin organisasi dalam
menyikapi suatu permasalahan dan menyelesaikannya (Anastasia, 2013).
Pada tugas
besar simulasi sistem industri ini kita mengambil diskripsi sistem pada pencucian Motor Cokro yang berlokasi di
jalan Hos. Cokroaminoto, kecamatan Bangkalan, kabupaten Bangkalan. pencucian
Motor Cokro ini kita pilih karena memiliki sistem yang kompleks dari proses
pencucian motor. Pada objek kali ini, melakukan pengamatan pada sistem
pelayanan pencucian motor, mulai dari pendaftaran pencucian hingga pembayaran
setelah dilakukan proses pelayanan.
1.2 Tujuan
Tugas Besar
Berikut ini
merupakan tujuan dari tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem:
1. Mengerti
dan memahami pengertian sistem dan klasifikasinya.
2. Mengerti
dan memahami karakteristik dari sistem beserta elemen-elemen pendukung suatu
sistem.
3. Mengerti
dan memahami pengertian model, klasifikasi serta alasan penggunaan model
diperlukan.
4. Mengerti
dan memahami pengertian dari simulasi serta hubungan antara sistem, model dan
simulasi.
5. Mengerti
dan memahami Activity Cycle Diagram
(ACD) dan usulan skenario perbaikan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bab dua tinjauan pustaka akan dijelaskan mengenai
teori-teori yang digunakan pada tugas besar modul satu tentang deskripsi
sistem.
2.1
Konsep Dasar Sistem
Menurut
Anastasia (2013), sistem meupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul dan bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sustu sistem terdiri dari
sejumlah komponen yang saling berinteraksi, saling bekerja sama membentuk satu
kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu sub sistem atau
bagian-bagian dari sistem. Setiap sub sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem
untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara
keseluuhan.
Media
penghubung antara satu sub sistem dengan sub sistem yang lainnya biasa disebut
deng penghubung (interface). Melalui
penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu sub sistem ke
sub sistem yang lainnya. Melalui penghubung keluaran (output) untuk sub sistem akan menjadi masukan (input) sub sistem yang lainnya. Penghubung satu sub sistem dapat
berinteraksi dengan sub sistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Suatu
sistem pasti mempunyai satu tujuan (goal)
atau sasaran (objective). Sasaran
dari sistem sangat menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang
akan dihasilkan sistem. Sistem dapat terbagi menjadi 2 antara lain:
1.
Sistem
Fisik
Kumpulan
elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik
serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.
Contoh :
Ø Sistem
transportasi, elemen antara lain: petugas, mesin, organisasi yang menjalankan
transportasi.
Ø Sistem
Komputer, elemen antara lain: peralatan yang berfungsi bersamasama untuk
menjalankan pengolahan data.
2.
Sistem
Abstrak
Sistem yang
dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat
diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya.
Contoh : Sistem Teologi, hubungan
antara manusia dengan Tuhan.
2.1.1 Elemen Sistem
Menurut
Harrel (2004), elemen-elemen dalam sistem adalah sebagai berikut:
a.
Entitas: segala item yang diproses dalam sistem. Entitas dapat dibedakan
berdasarkan karakteristik yang dimiliki. Entitas dibagi dalam beberapa tipe,
yakni: Human or animate (pelanggan,
pasien), Inanimate (dokumen), Intangible (panggilan telepon, e-mail).
b.
Aktivitas: kegiatan yang dilakukan dalam sistem yang dapat mempengaruhi sistem
secara langsung maupun tidak dalam pemrosesan entitas. Aktivitas dapat
dikelompokkan sebagai berikut: Entity
processing (check-in, inspeksi, fabrikasi), Entity and resource movement (perpindahan forklift, berada di atas
elevator), Resource adjustments,
maintenance, and repairs (pengaturan mesin, perbaikan mesin).
c.
Resources: bagian dari elemen sistem
yang melakukan aktivitas. Resource
dikategorikan sebagai berikut: Human or
animate (operator, dokter), Inanimate
(peralatan, lantai produksi), Intangible
(informasi, sumber listrik).
d.
Kontrol: penyedia informasi dan berperan dalam pengambilan keputusan mengenai
bagaimana suatu sistem dioperasikan. Contoh dari kontrol adalah perencanaan
produksi, penjadwalan produksi, lembar instruksi, prioritas kerja.
2.2
Model
Menurut Harrel
(2004), model merupakan representasi dari suatu sistem nyata. Melakukan
pemodelan dibutuhkan pengetahuan mengenai sistem yang akan dimodelkan, serta
kemampuan pemodel dalam mengoperasikan software
yang digunakan. Pembuatan model tersebut dilakukan sebelum dilakukan simulasi
baik secara langsung maupun tidak langsung dengan bantuan software.
2.3 Activity Cycle Diagram
(ACD)
Menurut Riani
(2013), activity cycle diagram adalah
salah satu cara yang dipakai untuk memodelkan interaksi dari suatu entity pada sistem dengan struktur
antrian yang cukup besar dan dominan. Activity
cycle diagram dilengkapi dengan gambar gambar yang mampu mendeskripsikan
interaksi-interaksi antara entity dan mampu menggambarkan kondisi sistem dari
tiap entity, selain itu ACD mampu
menunjukan logic atau cara kerja dari
suatu sistem. Contoh activity cycle
diagram (ACD) pada proses landing
dan take off.
Gambar
1.2.1 Activity cycle diagram (ACD)
(Sumber
: Riani, 2013)
2.4
Layout
Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan
efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang
terjadi dari hasil keputusan tentang layout,
diantaranya kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja,
kontak konsumen dan citra perusahaan. Layout
yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang
strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah
maupun respon cepat.
BAB III
METODE PENGAMATAN
Bab tiga metode pengamatan akan dijelaskan mengenai alat bahan,
prosedur, dan flowchart pada tugas
besar modul satu tentang deskripsi sistem.
3.1 Alat dan Bahan
Bahan dan peralatan yang dibutuhkan dalam pada tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem adalah sebagai berikut:
1.
Kamera
2.
Software visio
3.
Microsoft Word
3.2 Prosedur Pelaksanaan Tugas Besar
Langkah-langkah yang
digunakan pada tugas
besar modul satu tentang
deskripsi sistem adalah sebagai berikut:
1.
Mengidentifikasi masalah dan mendeskripsikan sistem yang digunakan pada pelayanan pencucian
Motor Cokro.
2.
Menentukan elemen-elemen yang digunakan dari sistem yang diamati.
3.
Menentukan parameter yang digunakan dari sistem yang diamati.
4.
Merancang activity table dan activity
cycle diagram (ACD) berdasarkan sistem nyata.
5.
Merancang skenario perbaikan untuk meningkatkan performance pada sistem.
6.
Membuat ACD skenario perbaikan sebanyak 3 skenario.
3.3 Flowchart Pelaksanaan Tugas Besar
Flowchart yang digunakan pada tugas besar modul satu tentang deskripsi sistem adalah
sebagai berikut:
Gambar
1.3.2 Flowchart pelaksanaan tugas
besar
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bab empat ini
akan membahas mengenai pengamatan yang dilakukan pada objek pencucian sepeda
motor Cokro.
4.1 Deskripsi Sistem Nyata
Objek yang
digunakan untuk dijadikan pengamatan pada modul satu mengenai deskripsi sistem
yaitu pencucian sepeda motor Cokro yang bertempat di jalan Hos. Cokrominoto Bangkalan.
Pengamatan yang dilakukan terfokus pada panjangnya antrian yang terdapat pada tempat
pencucian motor tersebut. Terdapat 3 server yang akan dilewati motor pada
proses pencucian tersebut yaitu:
a. Proses
Pencucian
Server yang pertama yaitu proses pencucian sepeda motor menggunakan
busa. Pada server pertama ini terdapat dua operator. Tugas operator yaitu mencuci ban sepeda motor dengan
sikat dan mencuci body motor
menggunakan busa. Setelah prose pencucian selesai dilanjutkan dengan pembilasan
sepeda motor.
Gambar
1.4.3 Proses pencucian motor
b. Proses
Pengeringan
Server yang
kedua yaitu proses pengeringan sepeda motor. Pada server kedua ini terdapat dua
operator. Tugas operator yaitu mengeringkan sepeda motor dengan
mengelap menggunakan kanebo dan melakukan pelapisan sepeda motor dengan cairan
yang dapat membuat sepeda motor lebih terlihat mengkilap.
Gambar
1.4.4 Proses pengeringan motor
c. Kasir
Server
yang ketiga yaitu kasir. Pada server ketiga ini terdapat satu operator. Tugas operator ini yaitu menerima pembayaran setelah proses pencucian sepeda
motor selesai.
Gambar
1.4.5 Kasir (Pembayaran)
4.2 Layout Objek
Layout yang terdapat pada tempat
pencucian sepeda motor Cokro yaitu sebagai berikut.
Gambar
1.4.6 Proses pencucian motor
Objek yang diambil yaitu berupa
tempat pencucian motor COKRO Bangkalan dengan 3 server. Server pertama yaitu
pencucian, pengeringan, dan pembayaran. Berdasarkan gambar 1.3.6 dapat dietahui
lokasi dari server-server tersebut.
4.3 Deskripsi Sistem menggunakan Elemen-elemen Sistem
Terdapat empat
elemen-elemen sistem yang digunakan untuk mendeskripsikan sistem/objek yang
diamati yaitu.
a. Entitas
Entitas adalah segala komponen yang dapat di proses dalam
suatu sistem yang memiliki karakteristik. Entitas pada pencucian sepeda motor
Cokro dalam melayani konsumen yaitu pelanggan, sepeda motor, dan kasir.
b. Aktivitas
Aktivitas adalah semua kegiatan yang berlangsung dalam
sistem. Aktivitas yang terdapat pada pencucian sepeda motor Cokro yaitu:
1. Konsumen
datang ke pencucian sepeda motor Cokro.
2. Konsumen
mengantrikan kendaraannya diarea tunggu motor.
3. Konsumen
menunggu di area tunggu pelanggan.
4. Sepeda
motor masuk pada area pencucian sepeda motor (server 1).
5. Dilakukan
pencucian motor di server 1.
6. Sepeda
motor masuk pada area pengeringan (server 2).
7. Dilakukan
pembayaran di kasir (server 3).
c. Resource
Resource adalah
bagian dari elemen sistem yang berupa human,
inanimate and intangible. Resource pada
pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen yaitu pegawai dan mesin.
d. Kontrol
Kontrol adalah sumber informasi dalam pengambilan keputusan
dalam suatu sistem yang dioperasikan. Kontrol yang terdapat dalam pencucian
sepeda motor Cokro yaitu jam kerja.
4.4 Activity Table
dan Activity Cycle Diagram
Activity table dan activity cycle diagram pada sistem
antrian pencucian sepeda motor Cokro yaitu sebagai berikut.
Tabel
1.4.1 Tabel ACD
Tabel 1.4.1
merupakan activity table dan activity cycle diagram pada sistem
antrian pencucian sepeda motor Cokro terdapat kegiatan proses, menunggu, dan idle pada entitas pelanggan, sepeda
motor, dan kasir.
Gambar
1.4.7 Activity Cycle Diagram pencucian
motor Cokro Bangkalan
Pada gambar 1.4.7 activity
cycle diagram diatas menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian
motor Cokro Bangkalan. Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses
pengeringan motor, proses pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area
pencucian motor Cokro Bangkalan.
4.5 Parameter untuk Mengamati Kinerja Sistem
Parameter dalam
sistem antrian yang diamati pada pencucian sepeda motor Cokro yaitu.
a. Panjang
antrian pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen dipengaruhi
oleh banyaknya konsumen yang datang. Jika konsumen datang lebih awal maka
antrian yang didapatkan tidak terlalu panjang.
b. Lama
antrian pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen dipengaruhi
oleh banyaknya konsumen yang datang. Semakin banyak konsumen yang datang maka
waktu antrian akan semakin lama.
c. Utilitas
antrian pada pencucian sepeda motor Cokro dalam melayani konsumen dipengaruhi
oleh banyaknya fasilitas yang dapat dinikmati konsumen serta mesin yang
digunakan dalam pelayanan sepeda motor.
4.6 Skenario Perbaikan untuk Meningkatkan Performance Sistem
Skenario perbaikan untuk meningkatkan performansi sistem
pada pencucian sepeda motor Cokro yaitu.
a.
Skenario
1
Penambahan 1 resource mesin dan operator pada server
1 mengakibatkan berkurangnya waktu tunggu setiap kendaraan pada area tunggu.
b.
Skenario
2
Penambahan 1 resource operator pada server 2
mengakibatkan berkurangnya waktu tunggu setiap kendaraan pada area pengeringan.
c.
Skenario
3
Penambahan 1 resource mesin dan operator pada server
1 dan 2 mengakibatkan berkurangnya waktu tunggu setiap kendaraan pada area
tunggu dan pengeringan.
4.7 Activity Cycle Diagram Skenario Perbaikan
Activity cycle diagram untuk skenario
perbaikan yaitu sebagai berikut.
a. ACD
Skenario Perbaikan 1
Gambar
1.4.8 Skenario Perbaikan 1 Activity Cycle
Diagram pencucian motor Cokro Bangkalan
Pada
gambar 1.4.8 activity cycle diagram diatas
menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian motor Cokro Bangkalan.
Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses pengeringan motor, proses
pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area pencucian motor Cokro Bangkalan. Dilakukan penambahan
jumlah resource pada server
pencucian. Dengan dilakukan penambahan ini diharapkan dapat mengurangi waktu
antrian.
b.
ACD
Skenario Perbaikan 2
Gambar
1.4.9 Skenario Perbaikan 2 Activity Cycle
Diagram pencucian motor Cokro Bangkalan
Pada
gambar 1.4.9 activity cycle diagram diatas
menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian motor Cokro Bangkalan.
Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses pengeringan motor, proses
pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area pencucian motor Cokro Bangkalan. Dilakukan penambahan
jumlah resource pada server
pengeringan. Dengan dilakukan penambahan ini diharapkan dapat mengurangi waktu
antrian.
c.
ACD
Skenario Perbaikan 3
Gambar
1.4.10 Skenario Perbaikan 2 Activity
Cycle Diagram pencucian motor Cokro Bangkalan
Pada
gambar 1.4.10 activity cycle diagram diatas
menunjukkan seluruh aktifitas yang ada pada pencucian motor Cokro Bangkalan.
Dari mulai pelanggan datang, pencucian motor, proses pengeringan motor, proses
pembayaran, hingga selesai pelanggan meninggalan area pencucian motor Cokro Bangkalan. Dilakukan penambahan
jumlah resource pada dua server yaitu
server pencucian dan server pengeringan. Dengan dilakukan penambahan ini
diharapkan dapat mengurangi waktu antrian.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Bab lima akan
menjelaskan kesimpulan dan saran untuk objek pencucian sepeda motor Cokro yang
digunakan untuk pengamatan.
5.1
Kesimpulan
Kesimpulan dari
modul satu tentang deskripsi sistem yaitu sebagai berikut.
1. Sistem
adalah kesatuan yang terdiri dari subsistem yang tertata dengan teratur, saling
interaksi, saling ketergantungan satu dengan yang lainnya, dan tidak dapat
dipisahkan untuk menghasilkan suatu tujuan. Sistem yang diamati yaitu pencucian
sepeda motor Cokro yang bertempat di jalan Hos. Cokrominoto Bangkalan dengan
tipe sistem berupa discrete event system dan
kondisi entitas ketika berakhir masuk dalam kondisi terminating, yang artinya entitas harus meninggalkan sistem ketika
sistem tersebut telah berakhir.
2. Elemen
sistem yang diamati terbagi menjadi 3 yaitu pada entitas adalah pelanggan,
sepeda motor, dan kasir, aktivitas yang diamati adalah proses pencucian, proses
pengeringan, dan proses pembayaran, serta resource
yang ada pada sistem adalah 2 orang operator pada proses pencucian, 2 orang
operator pada proses pengeringan, dan 1 operator pada proses pembayaran.
3. Model
diperlukan untuk menunjukkan bagaimana suatu operasi bekerja dan mampu
memberikan pemikiran untuk melakukan perbaikan dari model tersebut. Model yang
diamati yaitu pencucian sepeda motor Cokro. Model ini diperlukan untuk
memberikan gambaran operasi yang dilakukan pada pencucian sepeda motor Cokro
bekerja dan dapat dilakukan perbaikannya.
4. Simulasi
dapat digunakan untuk model pengambilan keputusan dengan mempergunakan gambaran
sebenarnya dari suatu sistem kehidupan dunia nyata tanpa harus mengalaminya
pada keadaan sesungguhnya. Simulasi yang terjadi merupakan proses mencuci
sepeda motor di tempat pencucian sepeda motor Cokro.
5. Skenario
perbaikan yang dilakukan sebanyak 3 skenario yang didapatkan dari pengamatan
model dan simulasi yang dilakukan. Skenario perbaikan 1 yang dilakukan adalah
penambahan 1 resource mesin dan operator pada server
1, skenario perbaikan 2 adalah penambahan 1 resource
operator pada server 2, dan skenario perbaikan 3 adalah penambahan 1 resource mesin dan operator pada server
1 dan 2. Diharapkan dengan perbaikan skenario tersebut dapat mengurangi waktu
proses dan mengurangi utilitas yang terlalu tinggi.
5.2
Saran
Saran
yang tepat berdasarkan pengamatan yang dilakukan adalah dengan mempertimbangkan
penambahan operator sehingga mampu mengurangi beban kerja yang menyebabkan
utilitas tinggi dan mengurangi waktu proses pencucian.
DAFTAR PUSTAKA
Anastasia, Husein, &
Fakhiri. (2002). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Unit penerbit
dan pencetask AMP YKPN.
Harrell, Ghosh, & Bowden. (2004). Simulation using
promodel. New York: McGraw.
Nurdin, & Rismi. (2013). Pendekatan simulasi untuk
mengoptimasi parking stand di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Jurnal teknik
industri.
Sahroni. 2003. Perencanaan Ulang Tata Letak
Fasilitas Produksi dengan metode Algoritma Craft. Jurnal, Vol 4
Sabtu, 30 Maret 2019
Visi Misi Lab KSI Universitas Trunojoyo
Praktikum dilakukan untuk menguji kemampuan dan pengetahuan mahasiswa tentang mata kuliah yang telah mereka terima. Selain itu, praktikum-praktikum tersebut juga bertujuan agar mahasiswa bisa lebih mengerti dan tidak hanya sekedar belajar teori saja yang bisa mereka dapatkan di bangku perkuliahan tetapi juga bisa melakukan suatu hal berguna yang berhubungan dengan mata kuliah tersebut seperti matakuliah SSI ini.
Adapun visi dan misi Laboratorium Komputasi dan Simulasi Industri sebagai berikut:
Visi
Menjadi laboratorium yang unggul secara berkelanjutan dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai potensi akademik dan profesional melalui tri dharma perguruan tinggi pada tahun 2015.Misi
- Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang kajian dan aplikasinya di lingkup industri dan masyarakat umum.
- Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan dibidang optimasi dan komputasi.
- Mengakomodasi sumber daya dan potensi akademik sesuai dengan bidang optimasi dan komputasi.
Langganan:
Komentar (Atom)











